Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa marah adalah sifat bawaan manusia. Tentu saja tidak selalu buruk, amarah di dalamnya juga mengandung manfaat dan kemaslahatan, hanya tergantung penempatannya saja dan kadarnya jangan berlebihan.

“Orang yang tidak bisa marah, ada kekurangan pada dirinya. Hanya saja, Kemarahan itu harus diterapkan pada tempatnya. Apabila melebihi batas dan rambunya, maka akan menimbulkan bahaya, sehingga merugikan dan menjadi sifat tercela, ”kata Syaikh Shaleh Al-Fawzan, ulama terkemuka di Arab Saudi.

Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyaallahu 'anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Rasulullah Nabi Muhammad, “ Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab: “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah .” (HR. Bukhari nomor 6116)

Dalam beberapa riwayat yang lain, Rasulullah juga patuh pada umat untuk meredam sifat amarah.
Melansir dari Era Muslim dengan sedikit perubahan, setidaknya ada empat meredz marah yaitu :

1. Membaca isti'adzah memohon perlindungan dari setan yang terkutuk

Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurd radhiyaallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah duduk di samping Nabi saat dua orang lelaki tengah saling caci. Salah seorang dari mereka telah memerah wajahnya, dan urat lehernya tegang. Beliau bersabda; “Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya, niscaya akan lenyap apa (emosi) yang ia alami. Andai ia mengatakan: a’udzu billahi minasy syaithaanir rajim, pastilah akan lenyap emosi yang ada padanya.” (HR. Bukhari nomor 3282, Muslim nomor 2610)

Landasan hadits ini adalah firman Allah:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS.Al-A’raf : 200)

2. Berwudhu

Dari Athiyyah as-Sa'di radhiyaallahu 'anhu berkata, Rasulullah bersabda;

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan udara. Apabila salah seorang dari kalian marah, silakannya berwudhu . ”

3. Menahan diri dengan diam

Dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhu, Nabi bersabda; “ Barang siapa marah, mudahnya diam .”

4. Mengubah posisi duduk atau berbaring

Dari Abu Dzarr radhiyaallahu 'anhu dari Nabi bersabda;

“ Jika salah seorang dari marah kalian saat berdiri, dia berada, kalau tidak pergi ke amarahnya, jika dia berbaring .” (Muttafaqun 'alaih)

Dan diantara keutamaan seseorang yang mampu menahan amarah, diriwayatkan dari Mu'adz radhiyaallahu 'anhu, Rasulullah bersabda;

“ Barang siapa yang menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk menambah pilihan bidadari yang ia inginkan .” (Muttafaqun 'alaih).

Semoga kita semua bisa menghindari marah sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin


*BERBUAT BAIK & MERAIH PAHALA AKHERAT*

_Oleh : Drs.Alip Suwarno_
_______________________

Allah SWT berfirman:

وَابْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
_"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."_
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 77)

Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu waTa'ala yang telah banyak berbuat baik kepada kita.
Kita memperoleh anugerah akal, hati, jantung, paru2, mata, telinga, hidung dll sehingga dapat menikmati kehidupan dunia ini dengan baik dan dapat mencerna ajaran Islam secermat-cermatnya serta dapat mengamalkannya sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam.

Allah Subhanahu waTa'ala melengkapi keperluan2 pokok manusia beriman secara sempurna dengan tujuan agar mereka dapat menguasai alam semesta secara maksimal serta memanfaatkannya untuk sebesar- besar kemaslahatan umat manusia.

*Anugerah Allah Subhanahu waTa'ala yang sangat sempurna merupakan bentuk penghargaan kepada orang2 yang beriman.*

Allah Subhanahu waTa'ala mewajibkan orang beriman untuk beribadah kepada-Nya, namun Dia juga memberikan balasan yang sangat luar biasa kepada orang yang beriman dan bertakwa.

Kalau kita bisa mencerna arti kehidupan dunia ini dengan benar sesuai dengan ketentuan2 Allah Subhanahu waTa'ala, sungguh hidup di dunia ini sangat nikmat dan menyenyenangkan sekali.

*Manusia yang semangat, kreatif, dinamis dan memafaatkan potensi dirinya secara optimal, serta senantiasa memohon pertolongan dan ridho Allah Subhanahu waTa'ala, insyaa Allah akan dapat memperoleh banyak keberkahan.*
Untuk itu kita harus banyak belajar dan berlatih dengan sungguh2 agar dapat mengelola kehidupan ini sesuai dengan ketentuan2 Allah Subhanahu waTa'ala.

Bila kita mencermati QS.Al Qasas: 26 ayat 77 maka dalam menjalani  hidup ini kita akan bersemangat/ bekerja keras untuk meraih kehidupan dunia dengan sebaik2nya dan memanfaatkan rezeki yang kita peroleh untuk berbuat baik dan meraih pahala akherat.
*Kita banyak beramal sholeh sesuai dengan kemampuan/ keikhlasan sebagai bekal meraih pahala akherat, dan mencukupi kebutuhan kita di dunia.*

Berbuat baik kepada orang lain merupakan perintah Allah Subhanahu waTa'ala.
Kita hendaknya mentaati perintah tersebut agar perbuatan baik yang kita lakukan dengan ikhlas memperoleh balasan yang lebih baik/ keberkahan dari-Nya. Insyaa Allah selain dapat memperoleh keberkahan untuk diri sendiri dan keluarga , juga untuk kebaikan orang lain.
*Jadi kita hendaknya memiliki kesalehan pribadi dan juga kesalehan sosial.*

Dalam meraih kehidupan dunia ,Allah Ta'ala menegaskan agar manusia jangan  berbuat kerusakan di bumi.
Oleh karena itu kita harus mentaati-Nya.
*Semua kebaikan yang kita lakukan hendaknya dalam upaya untuk meraih kebaikan di dunia dan pahala akherat.*

Orang  yang tidak menyadari dan memahami firman Allah tsb banyak yang meraih kehidupan dunia ini dengan cara apa pun.
Misalnya menebangi hutan sekehendak sendiri demi meraih hasil sebanyak2nya, tanpa memikirkan efek yang timbul yakni menyebabkan banjir/ menyengsarakan banyak orang.

Insyaa Allah kita sebagai orang beriman tidak akan melakukan kerusakan di bumi karena perbuatan itu bertentangan dengan firman Allah Subhanahu waTa'ala.

Mudah2an dengan peningkatan pemahaman ilmu agama sedikit-demi sedikit, kita dapat memperbaiki hidup di dunia ini.
Semakin memperoleh banyak kenikmatan, hendaknya selalu diiringi dengan bersyukur, antara lain dengan meningkatkan amal sedekah di jalan Allah Ta'ala/ berbuat baik kepada orang lain.

*Kita berusaha agar ikhtiar yang kita lakukan dapat meraih keberkahan Allah Subhanahu waTa'ala dan memanfaatkan hasilnya untuk kebaikan hidup kita di dunia dan pahala akherat.*

Semoga Allah Subhanahu waTa'ala senantiasa memberikan kemampuan kepada kita untuk berbuat baik dan meraih pahala akherat, sehingga kita dapat meraih hidup bahagia dan sejahtera serta selamat di dunia dan akherat.
*Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.*🙏🙏


 HAMBA YANG DICINTAI ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA


Oleh : Drs. Alip Suwarno

_________


Allah SWT berfirman:


الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ ۗ  وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ 

*(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 134)


Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu waTa'ala yang telah melimpahkan nikmat-Nya.

Atas nikmat2 Allah tersebut kita wajib mensyukurinya dengan melakukan amal sholeh sebanyak2nya.


Bila kita benar2 memahami kandungan Al Quran dan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, sebenarnya menjalani hidup di dunia ini sangat mengasyikkan dan nikmatt sekali.


Allah Subhanahu waTa'ala dalam firman2-Nya berkali2 menyampaikan agar manusia itu supaya berfikir.


Orang yang benar2 beriman sudah sangat faham untuk apa hidup di dunia ini.

Jawabannya juga sudah ditunjukkan oleh Allah Subhanahu waTa'ala dengan sangat jelas yaitu agar kita beribadah kepada-Nya.


Kita , Alhamdulillah sudah sering dan biasa bersilaturahmi sekalipun lewat WA.

Dari silaturrahmi yang setiap hari kita lakukan, tidak tersirat sedikit pun kalau kita itu banyak masalah atau bersedih.

Semuanya menampakkan keceriaan, kekeluargaan yang baik, suka saling berbagi, saling mengingatkan kepada kebaikan dan takwa dsb.

Itulah hidup yang sesuai dengan ajaran Islam yang sangat sempurna.


Bila suatu saat agak terjadi kesalahfahaman, ada yang dirasa agak menyinggung sehingga dirasa kurang mengenakkan, itu sebenarnya hanya karena ada sedikit kesalahan dalam mencerna informasi yang disampaikan.

Setelah dijelaskan ulang dengan baik maka sudah tidak ada lagi masalah yang mengganjal di hati. 


Tengok kembali apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam lakukan dalam berdakwah kepada umatnya dan orang2 kafir.

Umat Beliau yang istikomah tentu sangat berterima kasih atas tuntunan Rasulullah, karena isinya untuk mengingatkan, mengajak, memotivasi kita untuk meraih hidup bahagia dan selamat di dunia dan akherat.

Orang beriman yang pemikirannya sangat sederhana pun pasti sangat berterima kasih dan sangat bersyukur atas tuntunan Rasulullah.


Berbeda dengan orang kafir , yang menilai bahwa tuntunan/ ajakan Rasulullah sebagai hal menyesatkan dan bertentangan dengan ajaran nenek moyang mereka.


Karena sikap mereka yang tidak dapat memahami dan menerima tuntunan/ ajakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, maka oleh Allah Subhanahu aTa'ala mereka dikatakan sebagai orang2 yang tidak mampu berfikir. Dengan kata lain orang2 kafir adalah orang2 yang bodoh dan sesat.


Orang kafir itu bodoh dan tidak bisa menerima hidayah dan kebenaran Allah Subhanahu waTa'ala karena pikiran, penglihatan, pendengaran, dan hati mereka sudah dikunci mati oleh-Nya.

Kalau Allah Subhanahu waTa'ala sudah menutup hidayah-Nya maka tidak ada seorang pun yang dapat memberikan petunjuk kepada mereka.


Kita jangan marah atau sakit hati kalau nasihat2 kita tidak digubris oleh orang kafir , sekali pun mereka misalnya masih famili kita. 


Kita sebagai orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu waTa'ala adalah orang yang paling beruntung dan bahagia.

Bukan karena harta kita melimpah, atau jabatan/ pangkat kita tinggi, dan anak2 kita hebat2 ,tetapi karena kita dirahmati oleh Allah Subhanahu waTa'ala.


Orang beriman yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu waTa'ala adalah yang suka melakukan kebaikan2, antara lain :


1. Suka berinfak di kala sempit dan lapang.

2. Orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.

3. Orang yang berbuat kebaikan2 di jalan Allah Subhanahu waTa'ala.


Ketiga2nya kalau kita kembangkan maka menjadi sangat banyak.


Semakin banyak kebaikan yang kita lakukan maka hidup kita semakin bahagia dan nikmat sekali


Kalau suatu saat kita bersikap tidak sebagaimana yang saya sampaikan tersebut, maka waspadalah !!!!!


Kemungkinan besar kita termakan oleh bujukan setan terlaknat yang mau menyesatkan hidup kita agar masuk neraka untuk menemani mereka.


Dekat2lah dengan Allah Subhanahu waTa'ala, tingkatkan terus ibadah/ amal sholeh hanya karena mengharap ridho-Nya.


Mudah2an dengan semakin memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan sebaik2nya, kita lebih dicintai oleh Allah Subhanahu waTa'ala.


Dengan demikian , insyaa Allah hidup kita semakin bahagia, sejahtera, tenteram dan damai serta selamat dunia akherat , dan kelak masuk SURGA.

Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin

_Oleh :Drs.Alip Suwarno_
______________________

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ  الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ  تُوْعَدُوْنَ
_"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."_
(QS. Fussilat 41: Ayat 30)

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu waTa'ala yang menganugerahkan kita dengan takwa.
Anugerah tersebut, hendaknya kita pupuk terus dengan ilmu yang bersumber dari Al Quran dan As-Sunah agar takwa kita semakin mantap.

Takwa adalah landasan fundamental orang beriman yang paling penting dan paling kita butuhkan dalam menjalani hidup di dunia.

*Ibadah/ amal kebajikan sikap perilaku/ akhlakul karimah yang kita kerjakan dengan baik / kita miliki karena dikendalikan oleh takwa akan menghasilkan buah kehidupan yang sangat nikmat.*

*Bila hidup kita dilandasi oleh takwa yang kuat maka yang kita raih dari hidup ini semuanya benar-benar nikmat yang luar biasa dan sangat menyenangkan.*

Tidak ada kesedihan atau kerisauan sedikit pun dalam hidup ini,  kalau kita benar2 takwa.

Semua permasalahan hidup yang kita hadapi insyaa Allah pasti ada solusinya karena Allah Subhanahu waTa'ala akan memberikan pertolongan-Nya kepada orang yang benar2 bertakwa kepada-Nya.

*Saat kita menghadapi kesulitan atau masalah dan belum menemukan solusinya , bersegeralah mendekat kepada Allah Subhanahu waTa'ala untuk memohon pertolongan-Nya.*

Berististighfarlah sebanyak2nya, berdoalah kepada-Nya dengan khusyuk dan bertawakallah sesudah kita berikhtiar secara maksimal.
*Insyaa Allah kita akan memperoleh ketentuan yang terbaik dari-Nya.*

Ikhtiar kita tersebut hendaknya disertai dengan beribadah yang terbaik/ melakukan amal2 kebajikan sebanyak2nya dengan ikhlas.

*Yakinlah bahwa dengan2 upaya2 tersebut secara intensif , disertai dengan banyak bersedekah, insyaa Allah kita dapat meraih keberhasilan/ kemurahan Allah Subhanahu waTa'ala.*

Kalau kita masih sedikit ragu apakah benar orang yang benar2 bertakwa selalu memperoleh solusi dalam memecahkan masalahnya berarti kita perlu mawas diri dan menyimak kembali kehidupan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam.

Lihatlah perjalanan kehidupan Beliau dan para nabi , adakah yang permasalahannya tidak terselesaikan ???
Tidak ada sama sekali  !!
Semuanya terselesaikan dengan baik atas pertolongan dari Allah Subhanahu waTa'ala.

*Kalau kita mau berittiba kepada Rasulullah dengan serius melalui membaca perjalanan hidup/ perjuangan Beliau, insyaa Allah kita  akan semakin bertakwa dan selalu optimis.*

Pengertian takwa minimal meliputi dua hal yakni :
1. Taat/ patuh kepada Allah Subhanahu waTa'ala.
2. Takut kepada Allah Subhanahu  waTa'ala kalau ibadah kita tidak diterima , atau kita takut kena azab-Nya karena ketidak taatan kita kepada-Nya.

Agar kita semakin takwa maka kita harus terus-menerus mengaji agar dapat memperbaiki hidup kita.
Di samping itu kalau kita khilaf dan ada orang yang menasihati/ mengingatkan agar kembali ke jalan yang lurus, kita jangan tersinggung atau marah maupun kesal.
Sikap itu hanya akan membuat murka Allah, sehingga kita mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.

Sadarilah bahwa harta yang berlimpah, ilmu yang tinggi, jabatan dan pangkat yang tinggi  sangat memiliki potensi kita untuk bersikap sombong/ angkuh. Sikap ini adalah perilaku setan.

Jika kita melakukan hal itu, maka sikap tersebut hanya akan membuat Allah murka, sehingga apa yang kita harapkan ada yang tidak dipenuhi oleh-Nya.

Perhatikanlah QS Fusilat 41. Ayat 30 di atas.
Makna yang terkandung dalam ayat tersebut sangat jelas, yakni :
1. Orang bertakwa jangan takut gagal/ pesimis dalam menjalani hidup ini.
2. Orang bertakwa harus bergembira dalam mejalani hidup di dunia.
3. Orang bertakwa akan meraih surga.

Sebaiknya seperti apapun kondisi kita , hendaklah tetap tawadhu" ( rendah hati ), dan sopan santun terhadap orang lain terutama kepada orang tua , atau orang yang lebih tua dan beriktikad baik kepada kita.

Implementasi orang takwa sangat sederhana yakni: Taat dan Takut kepada Allah Subhanahu waTa'ala, dan sopan santun kepada orang lain dan tawadhu'.

*Bila hidup kita sebagai orang bertakwa selalu kita isi dengan ibadah dengan baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, dan sikap perilaku/ akhlak kita baik kepada siapa pun ,maka insyaa Allah yang kita rasakan dalam hidup inu semuanya nikmat/ menyenangkan. Selain itu tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.

Semoga Allah Subhanahu waTa'ala meridhoi dan merahmati hidup kita sehingga kita bahagia, sejahtera dan masuk surga.
*Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.*
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKAATUH

*KESADARAN ORANG BERIMAN*
_Oleh : Drs.Alip Suwarno_
________________________

Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ يَسْتَحِبُّوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًا  ۗ  اُولٰٓئِكَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ
_"(yaitu) orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan (jalan yang) bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh."_
(QS. Ibrahim 14: Ayat 3)

Alhamdulillah kita tetap istiqomah menganut agama Islam.
Sebagai orang Islam kita wajib untuk meningkatkan pengetahuan/wawasan kita agar dapat memperbaiki ibadah/ amal sholeh sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassallam.

*Kita hendaknya jangan terlalu membanggakan diri atas ibadah/ amal sholeh kita, tetapi justru harus selalu mengevaluasi diri barangkali ada hal2 yang belum kita kerjakan atau ibadah yang sudah kita lakukan ada yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam.*

Kesadaran kita sebagai orang beriman hendaknya terus meningkat bahwa ilmu Allah Subhanahu waTa'ala tidak bisa kita kuasai secara sempurna sampai kita meninggal dunia.
Hal itu dinyatakan oleh Allah Subhanahu waTa'ala dalam firman-Nya di QS.Surat Al Kahfi:18. Ayat 109.
_" Katakanlah (Muhammad) Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan  sebanyak itu (pula)."_

*Mengingat ilmu Allah Subhanahu waTa'ala yang sangat luas, maka bila kita punya waktu luang, sebaiknya kita gunakan untuk belajar agama.*

Sadarilah bahwa hidup kita di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat.
Ingatlah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassallam yang menyatakan, *Umur umatku antara 60 - 70 th.*
Kalau kita berada di atara umur tsb., sebaiknya lebih konsentrasi terhadap kehidupan akherat.
Persiapkan diri kita lebih bersungguh-sungguh untuk menghadapi kematian.

*Kecintaan terhadap kehidupan dunia sudah saatnya harus banyak kita kurangi.*
Kita tidak usah berhura-hura atau melakukan kegiatan2 yang tidak terlalu penting.
*Semua itu harus kita seleksi mana yang penting dan yang kurang penting.*

*Bila kita tidak peduli terhadap hal itu, dapat dikatakan kita itu lalai, yang bila terus berlanjut dapat mengarah kepada sikap sombong.*

*Anugerah karunia nikmat2 Allah yang kita peroleh atas ikhtiar yang kita lakukan melalui kerja keras, dan Allah Subhanahu waTa'ala penuhi, hendaklah kita syukuri dengan lebih banyak menolong orang lain yang membutuhkan, banyak bersedekah kepada anak yatim, menyantuni orang miskin, banyak berinfak untuk pembangunan pondok pesantren, pembangunan masjid dll.*

Kegiatan2 lain yang lebih baik kita lakukan untuk meningkatkan takwa kita  kepada Allah Subhanahu waTa'ala ,antara lain:
1. Mentadaburi Al Quran secara intensif sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
2. Mengikuti pengajian2 di majelis2 taklim.
3. Menulis artikel2 keagamaan.
4. Mengikuti lomba2 keagamaan.
Dll.

Manfaat kegiatan2 tersebut sangat penting, antara lain;
1. Mendorong diri kita untuk mengerjakan ibadah mahdoh menjadi lebih baik.
2. Membentuk pribadi kita lebih taqorub dan tawadhu' kepada Allah Subhanahu waTa'ala.
3. Membentuk pribadi kita menjadi lebih sholeh/ sholehah.
4. Meningkatkan sikap kita yang lebih peka untuk melaksanakan perintah2 Allah Subhanahu waTa'ala dan meninggalkan larangan2-Nya.
5. Membentuk pribadi yang lebih bersyukur atas nikmat2 Allah Subhanahu waTa'ala.
Dll.

Kita harus yakin kepada firman Allah Subhanahu waTa'ala dalam QS. Ibrahim : 14. Ayat 3 tersebut di atas bahwa  jangan twelalu mencintai kehidupan dunia, tetapi *cintailah kehidupan akherat yang lebih menjanjikan dengan kehidupan yang penuh nikmat.*

Mudah-mudahan dengan meningkatnya kesadaran kita sebagai orang beriman, kita dapat mengerjakan ibadah2 tersebut dengan sebaik-baiknya, dan meninggalkan hal2 yang tidak penting.!!!

*Dengan demikian insyaa Allah hidup kita akan bahagia, sejahtera, tenteram dan damai serta selamat di dunia dan akherat.*
_Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin._🙏🙏



_Oleh : Drs. Alip Suwarno_

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ  
_"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,"_
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 8)

Alhamdulillah kita masih dapat menjalankan kewajiban- kewajiban kita sebagai orang beriman.
Kemampuan yang kita miliki sehingga dapat menjalankan kewajiban2 tsb merupakan anugerah  Allah Subhanahu waTa'ala yang harus kita syukuri.

*Dalam menjalani hidup ini, kita jangan mempersulit diri dengan melakukan hal2 yang tidak berdasarkan pedoman yang jelas, pada hal kita sudah memiliki pedoman hidup yang sangat sempurna.*

Pedoman hidup utama orang beriman ada dua yakni : 1. Al Qur'an. 2. As- Sunnah.
*Orang beriman yang hidupnya ingin bahagia, sejahtera, tenteram dan damai, serta selamat dunia dan akherat HARUS mendasarkan pada kedua pedoman tersebut dengan sebaik2nya.*

Bila menyimpang dari kedua pedoman tersebut maka hidup kita akan menghadapi banyak kendala dan sengsara/ menderita serta arah hidup kita tidak jelas.

Kita telah menentukan sikap kita sebagai orang beriman dan insyaa Allah diridhoi oleh Allah Subhanahu waTala.
*Sebagai orang beriman kita memiliki kewajiban2 sesuai dengan ketentuan Allah Subhanahu waTa'ala.*

*Agar dalam melaksanakan kewajiban2 tersebut tidak  merasa berat, maka kita harus memahami dengan sejelas2nya apa yang terkandung di dalam kedua pedoman tersebut.*

Bila kita memahami dan mengamalkannya dengan maksimal, kita akan memperoleh manfaat2 yang sangat banyak, antara lain :

1. Hidup kita insya Allah akan lebih beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu waTa'ala.
Kita semakin yakin bahwa hidup sudah diatur dan ditentukan segala sesuatunya oleh Allah Subhanahu wa-Ta'ala: meliputi umur, rezeki , jodoh, takdir nasib baik/ buruk, dsb.

2. Ibadah/ amal sholeh / amal kebajikan yang kita kerjakan, insyaa Allah lebih istikomah.
Semua ibadah/ amal sholeh yang kita lakukan hanya semata-mata untuk memperoleh ridho dan rahmat Allah Subhanahu waTa'ala.

3. Sikap dan perilaku serta akhlak kita insyaa Allah akan semakin tawadhu' dan lebih taqorub ilallah.
Hal itu kita lakukan dengan harapan apa yang kita kerjakan akan memperoleh balasan kebajikan yang lebih baik dari Allah Subhanahu waTa'ala.

4. Kita takut berbuat sombong, ria , kikir , keji dan mungkar karena perbuatan2 itu akan membuat marah Allah Subhanahu waTa'ala, serta menghapus amal sholeh kita.

5. Sadar bahwa ibadah/ amal sholeh serta sikap perilaku dan akhlak yang 
menyimpang dari tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam maka tertolak sehingga akan merugi dan celaka.
Dll.

Kita memahami dan menyadari bahwa sebelum lahir di dunia sudah menyatakan menerima amanah2 Allah Subhanahu waTa'ala dan berjanji akan BERTAKWA kepada-Nya.

Berdasarkan firman Allah  dalam QS.Al Mu'minun : 23. Ayat 8. di atas, perlu kita mantapkan bahwa bila kita sebagai orang beriman melaksanakan dengan sebaik-baiknya amanah-amanah/ janji2 kita kepada Allah Subhanahu waTa'ala, kita termasuk orang yang BERUNTUNG.

*Semoga sebagai orang beriman kita dapat menunaikan amanah2/ janji2 kepada Allah Subhanahu waTa'ala,sehingga insyaa Allah kita menjadi orang yang beruntung, yakni hidup bahagia ,sejahtera, tenteram dan damai.*
*Di akherat insyaa Allah masuk SURGA.*
*Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.*🙏🙏

Hagia Sophia,Masjid,Kemenangan umat islam

KEMENANGAN AGUNG ORANG YANG BERIMAN
Oleh : Drs.Alip Suwarno

________

Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَــنَّةَ   ۗ  يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَ يُقْتَلُوْنَ ۗ  وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِ   ۗ  وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَـبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖ  ۗ  وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 111)

Alhamdulillah kita masih istiqomah menjadi orang beriman kepada Allah Subhanahu waTa'ala.
Hal itu kita nyatakan dengan beribadah, beramal kebajikan, bermuamalah, dan bersilaturahmi dll dengan penuh semangat dan tawaduk.

Kesungguhan kita dalam beribadah/ beramal kebajikan adalah untuk meraih ridho dan rahmat-Nya.

Keyakinan bahwa ibadah/ amal kebajikan yang kita lakukan dengan ikhlas untuk mengikuti perintah-Nya/ tuntunan Rasul-Nya akan memperoleh balasan kebajikan yang lebih baik dari-Nya harus kita mantapkan.

Hal itu sangat penting untuk kita fahami dan yakini agar semangat kita untuk beribadah/ beramal sholeh tidak pernah kendor/ menurun.
Kita berusaha sekuat tenaga agar dari hari ke hari ibadah/ amal sholeh kita lebih banyak, lebih meningkat, dan lebih bersungguh2 lagi.

Agar hal itu dapat kita wujudkan, maka kita harus selalu taqorub/ memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu waTa'ala agar diberikan kesehatan, kekuatan serta hidayah-Nya.

Takwa dan ibadah yang maksimal sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam kita tingkatkan terus-menerus.
Kita jangan sampai membuang-buang waktu untuk hal2 yang tidak penting, 
Sebaiknya waktu/ kesempatan yang kita miliki lebih baik untuk mempelajari sunnah Rasul agar kita semakin mana ibadah yang benar2 dilakukan oleh Beliau dan mana ibadah yang diada2kan oleh orang2 yang tidak kita ketahui asal usulnya. Ibadah2 yang tidak dikerjakan oleh Rasul adalah bid'ah, dan ibadah ini tertolak dan jelas tidak berpahala.

Agar tidak menimbulkan kegaduhan, kita tidak usah menuduh orang lain mengerjakan bid'ah.
Yang lebih penting kalau kita mengerjakan ibadah kita teliti sumber dasarnya, kalau memang shoheh kita kerjakan, tetapi kalau meragukan atau jelas tidak ada tuntunan dari Rasul, tinggalkan saja.

Orang beriman yang ingin melaksanakan ibadah2 yang ada tuntunan dari Rasulullah memang harus mau menuntut ilmu agama Islam dalam sepanjang hayatnya.
Harus sering mengikuti pengajian, atau berdiskusi dengan para pakar agama yang kita yakini memiliki kompetensi yang mantap.
Semua itu perlu kita lakukan untuk kehati2an dalam beribadah.

Berbagai aktifitas Islam yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu waTa'ala antara lain:
1. Mengerjakan ibadah mahdoh dengan disiplin dan berkualitas.
Mengerjakan sholat fardhu sebaiknya di awal waktu, berjamaah di masjid, serta istikomah.
Mengerjakan puasa fardhu maupun Sunnah dengan baik, dan dapat mengendalikan akhlakul karimah dengan baik, serta tidak berbicara yang tidak baik/ tidak suka menggunjing dll.
Kalau sudah menunaikan ibadah haji, seseirang hendaknya dapat menjaga kemabrurannya dengan beribadah/ beramal kebajikan dengan sebaik2nya dan selalu mengerjakan perintah/ seuan Allah Subhanahu waTa'ala secara maksimal dan berakhlakul karimah.
Kita jangan merusak haji kita dengan berbuat yang bertentangan dengan syariat.

Kita menunaikan ibadah haji bukan untuk mencari gelar HAJI.
Kita hanya menunaikan kewajiban sesuai dengan ketentuan dalam rukun Islam.

Sesudah menunaikan ibadah haji maka ibadah, sikap dan perilaku kita hendaknya lebih baik daripada sebelumnya.

Dalam menjalani hidup di dunia, kita hendaknya dapat memanfaatkan diri  dan harta kita untuk memenuhi perintah2 Allah Subhanahu waTa'ala secara maksimal.

Harta yang Allah karuniakan kepada kita, hendaknya kita manfaatkan secara maksimal untuk kepentingan pribadi/ keluarga, dan selebihnya untuk kepentingan Islam, yakni dengan berinfak dan bersedekah.
Amalan bersedekah sangat dicintai oleh Allah Subhanahu waTa'ala.
Selain bersedekah, Allah Ta'ala juga sangat menghargai orang yang senang berjihad fisabilillah.

Dalam melaksanakan perang dengan musuh2 Islam ada kemungkinan orang beriman akan membunuh atau terbunuh.

Allah mengingatkan dalam QS.Attaubah: 9 ayat 111 agar orang beriman yang berjihad fisabilillah untuk bergembira karena Allah Subhanahu waTa'ala akan memberikan balasan dengan balasan yang sangat luar biasa yakni SURGA.

Mudah2 an kita selalu bersemangat dalam beribadah, dan berjihad fisabilillah dengan diri kita, harta, tenaga dan ilmu yang kita miliki.

Semoga dengan melakukan semua itu hidup kita di dunia bahagia ,sejahtera tenteram dan damai, sedangkan di akherat akan memperoleh kemenangan yang agung yakni SURGA.
Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.🙏


SIKAP ORANG BERIMAN & HIKMAHNYA


Oleh : Drs. Alip Suwarno
________

Allah SWT berfirman:
الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَابَهُمْ وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ   ۙ  وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)


Alhamdulillahi Rabbil 'aalamiin kita panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi atas karunia nikmat2-Nya.
Kita sangat bersyukur karena merasakan betapa besar kasih sayang Allah Subhanahu waTa'ala.
Doa2 yang kita panjatkan kepada-Nya, banyak sekali yang dikabulkan.
Kita juga merasa bahwa Allah Subhanahu waTa'ala sangat melindungi kita sehingga saat ini dalam keadaan sehat wal'afiat dan selamat sejahtera.


Sekali pun Allah Subhanahu waTa'ala melimpahkan karunia nikmat-Nya yang sangat besar , namun Alhamdulillah kita tidak melalaikan kewajiban terhadap Allah dan tetap istiqomah mengerjakan ibadah/ berbagai amal sholeh sesuai dengan perintah2-Nya.

Hal itu kita lakukan sebagai wujud syukur dan takwa kepada Allah Subhanahu  waTa'ala.

Dari waktu ke waktu, sikap kita terhadap perintah2/ firman2 Allah Subhanahu  waTa'ala hendaknya lebih baik.
Setiap ada panggilan shalat melalui kumandang adzan hendaknya segera kita respon dengan cepat. Kita hendaknya jangan suka menunda- nunda untuk mengerjakan shalat fardhu ketika sudah mendengar adzan.

Orang yang bersegera mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid setelah mendengar adzan menunjukkan tingkat kepedulian/ ketaatan yang tinggi terhadap panggilan Allah Subhanahu waTa'ala.
Hatinya juga selalu tertambat ke masjid serta selalu ingat kepada Allah Subhanahu waTa'ala.

Sebaliknya , orang yang santai/ tidak bersegera mengerjakan sholat saat adzan sudah berkumandang, menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap panggilan sholat bahkan dia digolongkan orang yang melalaikan panggilan Allah Subhanahu waTa'ala.

Demikian pula saat mendengar lantunan ayat2 suci Al Quran , ada orang yang hatinya bergetar ada yang biasa2 saja bahkan ada yang merasa tidak mendengarnya.

Sikap orang beriman yang berbeda2 tersebut menunjukkan tingkat kesholehan/ ketakwaan yang berbeda terhadap Allah Subhanahu waTa'ala.

Sikap orang beriman yang berbeda-beda tersebut PASTI akan menimbulkan penilaian yang berbeda pula dari Allah Subhanahu waTa'ala.
Orang yang lebih taat kepada Allah Subhanahu waTa'ala, insyaa Allah akan lebih dicintai oleh-Nya.

Hikmah orang beriman yang menunjukkan sikap lebih merespon terhadap panggilan Allah Subhanahu waTa'ala maupun terhadap lantunan ayat2 suci Al Quran, insyaa Allah antara lain :
1. Kualitas iman dan takwanya menjadi lebih baik.
2. Insyaa Allah rezeki yang Allah limpahkan kepada-Nya lebih baik. ( terutama di akherat).
3. Hidupnya merasa  tenang , tentram dan damai.
4. Lebih bersemangat dalam beribadah/ beramal sholeh untuk meraih ridho Allah Subhanahu waTa'ala.
5. Semakin mensyukuri atas karunia nikmat2 Allah Ta'ala.
6. Hidupnya lebih taqorrub dan tawadhu'.
7. Lebih meningkat iman dan takwanya.
8. Lebih tawadhu' dan lebih istiqomah dalam mengerjakan sholat fardhu lima waktu maupun sholat dhuha dan tahajjud dll.
9. Lebih bersabar dan tegar dalam menghadapi ujian2 Allah Subhanahu waTa'ala.
10. Lebih banyak menginfakkan/ menyedekahkan dengan ikhlas sebagian hartanya fisabilillah.

Mudah-mudahan dengan memahami pembahasan masalah tersebut kita lebih termotivasi untuk meningkatkan sikap kita yang lebih baik terhadap panggilan Allah Subhanahu waTa'ala serta lebih merespon/ memperhatikan dengan seksama lantunan ayat-ayat Al Quran.

Semoga dengan menunjukkan sikap yang lebih baik terhadap firman2 Allah Subhanahu waTa'ala serta mengamalkannya dalam ibadah kita yang lebih  istiqomah, maka hidup kita lebih bahagia dan sejahtera, serta selamat di dunia dan di akherat.
Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.🙏🙏
kokam sampang,mdmc sampang,panitia qurban sampang


Pasukan KOKAM dan MDMC sebanyak 45 anggota dari Markas Komando Cabang Sampang Daerah Cilacap, Ahad (2/8) pagi hingga siang ini diterjunkan untuk membantu Panitia Qurban PCM Sampang yang mengelola pelaksanaan qurban dengan jumlah hewan qurban sebanyak 12 ekor sapi dan 7 ekor kambing.


Kepanitiaan qurban yang berusaha mengikuti arahan dari MCCC dan PP Muhammadiyah dengan menerapkan protokol covid-19 ini meliputi 4 ranting yaitu PRM Sampang Barat, PRM Sampang Tengah, PRM Sampang Barat dan PRM Karangasem.


Penyembelihan sapi hingga pemotongan menjadi karkas (daging yang sudah dipisahkan dari kulit, tulang, kepala dan jeroan) dilaksanakan di RPH Cilacap, sementara untuk kambing dipercayakan kepada salah satu pedagang sate dari Desa Sampang.
Dari RPH, daging masih harus dikirim ke SMK Mu Sampang untuk dipotong kecil-kecil, ditimbang dan dibungkus oleh pekerja sebelum dikirim kepada mustahik.


Dalam pelaksanaan qurban kali ini, panitia berhasil menekan jumlah pekerjanya dari yang biasanya sebanyak 150 pekerja hanya menjadi 75 pekerja.
Sementara itu panitia menargetkan pendistribusian daging qurban kepada seluruh mustahiq diharapkan bisa selesai sebelum asar, seperti dikatakan oleh Ketua Panitia Qurban Ombang Widodo, SPd.
"Mudah-mudahan sebelum asar bisa selesai semua." kata pria yang juga menjabat sebagai Sekertaris Desa Sampang. (amin01

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH
  *KEMURAHAN ALLAH SUBHANAHU WATA'ALA TERHAP ORANG BERTAKWA* _Oleh : Drs.Alip Suwarno._ ________________________ 

Allah SWT berfirman:
 وَسَارِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ  وَالْاَرْضُ ۙ  اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ 
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 133)
 Alhamdulillah kita tetap mantap menjadi orang Islam yang insyaa Allah semakin TAKWA. Hal itu nampak dari semangat kita dalam beribadah/ beramal kebajikan. Sejak bangun tidur di sepertiga malam kita beribadah sampai Subuh, kemudian berlanjut selama seharian, diselingi istirahat sejenak, lalu melakukan ibadah lagi dll sampai malam. Semuanya itu kita lakukan secara *istikomah* karena takwa kepada Allah SWT.

Kita harus berikhtiar dengan sungguh2 untuk menjadi orang yang lebih bertakwa, dan berdakwah kepada orang lain untuk bertakwa. Perbuatan itu kita lakukan dengan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah Subhanahu waTa'ala. Kita melakukan hal itu *bukan* karena kita lebih pandai daripada orang lain, melainkan sekali lagi hanya untuk beribadah, sebagai *ujud takwa kepada Allah SWT.*

  Berdakwah harus kita niatkan dengan ikhlas hanya utk beribadah yakni mengajak untuk takwa/ *jihad fisabilillah.* Orang yang benar2 bertakwa pasti sadar bahwa pahala dari Allah Ta'ala sangat tidak  sebanding dengan upah kerja di dunia. *Nilai pahala Allah Ta'ala di akherat sangat luar biasa dan istimewa sekali.* 

Allah SWT sungguh Maha Pemurah kepada orang2 yang bertakwa, yakni agar di akherat mereka masuk surga.
*Bukti2 kemurahan Allah Subhanahu waTa'ala tersebut antara lain :* 
1. Kalau orang bertakwa berbuat salah maka dia diperintah oleh Allah Ta'ala untuk bersegera menuju ampunan Allah agar meraih surga. 
2. Orang bertakwa diperintahkan senantiasa menginfakkan hartanya baik dalam keadaan lapang / sempit agar dia suka berbagi kepada anak yatim/ kaum dhuafa sehingga kelak dia masuk surga. 
3. Orang  bertakwa juga Allah perintahkan untuk SABAR /harus mampu menahan marah atau dapat mengendalikan diri. Kalau orang bertakwa suka marah2 berarti dia mengikuti bujukan setan. Orang bertakwa yg perkasa adalah yang mampu mengendalikan diri untuk tidak marah2. 
4. Orang bertakwa harus memiliki sifat pemaaf/ suka memaafkan kesalahan orang lain.  5. Orang bertakwa senantiasa berserah diri /bertawakal kepada Allah SWT.  Kelima sikap/tindakan orang bertakwa tsb sesuai dengan firman Allah SWT di dalam *QS.Ali 'Imran :3. Ayat 133 - 136.)* 
Sesuai dengan paparan di atas, kita perlu merenungkan apa kekurangan kita, lalu  memperbaikinya agar hidup kita lebih mantap sesuai dengan ketentuan Allah Subhanahu waTa'ala.
 Dengan mengamalkan perintah2 Allah lebih baik  lagi, insyaa Allah hidup kita di dunia senantiasa bahagia, sejahtera dan selamat , dan di akherat, insya Allah kita masuk SURGA. *Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.*🙏
KETIKA DICACI-MAKI ORANG
_dr. H. Monte Selvanus, MMR_
_Estimasi waktu baca: 2 menit 30 detik_
_______________________


SEORANG santri bertanya kepada ustadz.

Santri: "Ustadz pernahkah ustadz dicaci-maki seseorang?"

Ustadz: "Pernah."

Santri: "Dimusuhi seseorang Tadz?"

Ustadz: "Pernah."

Santri: "Apa juga pernah dibenci seseorang Tadz?"

Ustadz : "Pernah."

Santri: "Ustadz juga pernah dihujat seseorang...?"

Ustadz : "Pernah...."

Santri: "Apakah semua itu dilakukan secara terang-terangan tadz?"

Ustadz: "Ada yang dilakukan secara terang-terangan, ada juga yang hanya dilakukan secara diam-di dari belakang."

Santri: "Lantas apa yang Ustadz perbuat terhadap orang-orang itu?"

Ustadz tersenyum dan menjawab: "Anakku, Ustadz tidak lantas balik mencaci-maki dirinya. Ustadz pun tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula akan membencinya, dan Ustadz juga tidak berpikir akan membalas hujatannya."

Santri pun penasaran: "Kenapa bisa demikian tadz? Bukankah wajar jika kita membalas caci maki buruk orang kepada kita?"

Ustadz: "Itu karena pikiran serta hati Ustadz tidak terfokus pada: Siapa yang mencaci-maki, siapa yang memusuhi, siapa yang membenci, dan siapa yang menghujat."

Ustadz meluruskan duduknya kemudian meneruskan: "Pikiran dan hati Ustadz hanya terfokus pada: Siapa yang menggerakkan lidah mereka sehingga mencaci-maki Uatadz, siapa yang menggerakkan jiwanya untuk memusuhi Uatadz, siapa yang menggerakkan hatinya sehingga membenci Ustadz, dan siapa yang menggerakkan pikirannya untuk membuat mulutnya menghujat."

Santri: "Dia itu siapa Tadz?"

Ustadz: "DIA-lah Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, baik yang sudah, yang belum, yang sedang, dan yang akan terjadi. Ya hanya DIA-lah satu-satunya yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang-orang itu, sehingga lidahnya bisa mencaci-maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat diri ini. Sampai sini paham Nak?"

Santri: "Paham tadz."

Ustadz: "Tanpa kuasa-NYA tentu hal itu mustahil bisa terjadi. Sehingga Ustadz beranggapan: Sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan​ dan hujatan itu sengaja dihadirkan Allah, agar jiwa Ustadz menjadi kuat melewati rintangan, dan hati Ustadz menjadi hebat tatkala menghadapi ujian."

Santri: "Begitu ya tadz..."

Ustadz: "Jadi ustadz tidak akan menyalahkan orang-orang itu, apalagi membalasnya. Bagi Ustadz itu tidak perlu, bahkan Ustadz berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan ini tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba, semua sudah diatur sedemikian rupa oleh NYA. Maka apapun kenyataan yang Romo terima kemarin, hari ini, atau suatu hari nanti, tidak ada kata sia-sia. _Robbana maa kholaqta hadza bathila..._ Ya Tuhanku, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia...

Bahkan di balik semua itu, pasti ada hikmah terbaik yang bisa merubah kehidupan Ustadz, agar menjadi lebih baik dari sebelumnya, karena Ustadz tahu, sesungguhnya Allah itu Maha Baik."

Santri: "Alhamdulillah, terima kasih pencerahannya Tadz..."

Ustadz: "Anakku, janganlah engkau terpengaruh kalau dihina, jangan hati melambung kalau dipuji. Tidak penting dianggap baik, yang penting terus menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab. Itulah hakekat hidup yang sesungguhnya."

*Sugeng makaryo*
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH

*MEMPERKOKOH BENTENG PERTAHANAN DIRI*
_Oleh : Drs.Alip Suwarno_
___________________________

Alhamdulillah , *kita masih memiliki pertahanan diri yang cukup kuat dalam menghadapi badai kehidupan.*
Semua itu berkat rahmat dan karunia Allah Subhanahu wata'ala.
Marilah karunia Allah Ta'ala kita sikapi dengan rasa syukur dan TAKWA.
Rasa syukur kita tunjukkan _dengan memperbanyak amal sholeh._

Kondisi masyrakat kecil yang saat ini *sangat memprihatinkan*, kita jadikan lahan untuk beramal sholeh.
Mereka perlu kita berikan perhatian dan pertolongan sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan masing2.

Kita hendaknya mempunyai niat dan iktikad serta semangat untuk melaksanakan perintah-perintah Allah secara maksimal.
Selama kita memiliki kemampuan maka kita tunaikan perintah-perintah Allah dengan sebaik-baiknya.
Dalam beramal sholeh, kita jangan pilih-pilih yang kita sukai saja.
Semua ibadah/amal sholeh yang kita kerjakan hanya mengharapkan ridho dan keberkahan dari Allah Ta'ala.

Ibadah hendaknya kita kerjakan secara khusyuk dan tawaduk.
Kita sadar bahwa ibadah ,amal sholeh dan sikap perilaku kita selalu dalam pantauan Allah Subhanahu waTa'ala.

Orang beriman yang memiliki pertahan diri yang kokoh paling tidak dapat dilihat dari 3 aspek yi :
1. Iman/takwa kokoh.
2. Gemar bersedekah
3. Tegar menghadapi
     ujian.
     

Iman dan takwa yang sangat kokoh nampak dari respon dan keikhlasannya dalam melaksanakan perintah2 Allah Subhanahu waTa'ala. Dia sangat takut untuk mengingkari perintah itu karena memiliki kemampuan untuk melaksanakan perintah itu.
Dia takut akan azab Allah Ta'ala apabila mengingkarinya.

2. Sangat gemar bersedekah kepada anak yatim dan fakir miskin serta untuk kepentingan dakwah Islam lainnya.
Mengingkari untuk bersedekah sangat ditakutinya karena akan mendapat murka dan azab Allah Subhanahu waTa'ala.

3. Tegar dalam menghadapi ujian.
Ujian seberat apa pun yang ditimpakan oleh Allah SWT kepada dirinya akan dihadapi dan diterima dengan sabar.
Sebagai orang beriman harus menerima takdir Allah Subhanahu waTa'ala dengan ikhlas.

Ketiga aspek tersebut semuanya ada dalilnya di dalam Al Qur'an.
Apabila orang beriman mengerjakan kebajikan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho Allah Ta'ala maka *dia tergolong *orang yang BERUNTUNG.*
Sebaliknya orang beriman yang mengingkari ayat2 Allah maka *dia tergolong orang yang rugi dan CELAKA.*

Mengingat hal tersebut dan hal2 penting lainnya yang terdapat di dalam Al Qur'an yang belum tentu kita ketahui, maka kita hendaknya saling menolong dan saling mengingatkan dalam kebaikan / takwa.
Tindakan tersebut akan memperoleh ridho dan pahala dari Allah SWT.
Amal sholeh sekecil apa pun yang dilakukan dengan ikhlas oleh orang beriman, akan memperoleh balasan kebajikan yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu waTa'ala.

Godaan orang beriman untuk beramal sholeh sungguh sangat berat kalau tidak memperoleh pertolongan dan petunjuk dari Allah Ta'ala.
Hal itu disebabkan oleh godaan setan terlaknat yang dilakukan bertubi-tubi sehingga kita kadang terasa pusing atau hilang kesadaran.
Namun begitu kita beristighfar dan memohon kekuatan dari Allah SWT kita kembali memiliki kekuatan dan semangat baru yang luar biasa.
Hal itu bisa terjadi kare memperoleh rahmat dan karunia Allah SWT.

Yakinlah bahwa Allah itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemurah terhadap orang yang beriman yang TAKWA dan mengamalkan perintah2-Nya.

Akhirnya saya mengajak, *marilah kita perkokoh pertahanan diri kita* dan senantiasa bertaqorub kepada Allah SWT, serta mentadaburi Al Qur'an dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Semoga kita memperoleh rahmat dan karunia Allah Subhanahu waTa'ala yang berlimpah.

*AAMIN YAA RABBAL 'AALAMIIN.*🙏🙏

Cilacap 28/5/2020

Memasuki lebaran hari keempat Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya, SIK, SH, MH, mengadakan kunjungan kerja pemantauan operasi ketupat candi 2020 di dua titik lokasi perbatasan Cilacap bagian timur yaitu Kecamatan Sampang yang berbatasan dengan Kabupaten Banyumas dan Kecamatan Nusawungu yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen.

Yang cukup unik dari kunjungan kerja di Kecamatan Sampang ini, Kapolres tidak hanya ingin memantau pelaksanaan operasi ketupat candi di Pos Lantas Sampang namun beliau sekalian ingin menyambangi rumah Komandan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Sampang Budhi Santoso yang rumahnya hanya berjarak 100 meter dari Pos Lantas Sampang.

Berita tentang rencana Kapolres akan mampir ke rumah Budhi, disampaikan langsung oleh Kapolsek Sampang AKP Fuad, SH, MH, kepada Budhi yang mendatangi rumahnya Rabu (27/5) pukul 9 pagi.
Kapolres Cilacap yang sudah mendengar tentang aktifitas KOKAM Sampang bersama MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) yang selama terjadinya pandemi corona ini banyak membantu pemerintah melakukan kegiatan penanggulangan covid-19, khususnya di Kecamatan Sampang, ingin mengucapkan terima kasih kepada KOKAM Sampang.

Mendengar itu Budhi langsung menghubungi rekan-rekannya agar segera meluncur ke rumahnya untuk persiapan menyambut Kapolres.

Pukul 11.20 rombongan Kapolres tiba di Pos Lantas Sampang disambut oleh Kapolsek Sampang dan Camat Sampang Drs. Ahmad Khaerudin, MSi.
Setelah berbincang sejenak, AKBP Dery langsung menuju ke timur jembatan dimana disitu ada razia kendaraan-kendaraan berplat nomor luar Banyumas.

Cukup lama Kapolres dan para asistennya memantau pergerakan lalu lintas dan melakukan pendataan kendaraan yang terjaring razia.
Selesai mendata Kapolres langsung membuat video laporan hasil pemantauan arus kendaraan di Sampang untuk dikirim ke Polda Jateng.

Selanjutnya asisten mempersilahkan Kapolres menyelesaikan agenda terakhir di Sampang yaitu berkunjung ke rumah Komandan KOKAM Sampang Budhi Santoso.
Sambil mendampingi AKBP Deri berjalan menuju rumahnya, Budhi menginformasikan aktifitas KOKAM Sampang dan memperkenalkan Arsyadani Ahmad, AMd yang berjalan di sampingnya sebagai Kordinator MCCC Kecamatan Sampang.  Budhi juga memberitahukan bahwa nanti MCCC juga akan menyerahkan bantuan APD untuk Klinik Polres Cilacap.

Sampai di rumahnya, Budhi mempersilahkan AKBP Dery untuk duduk di ruang tamu. Pria yang cukup ramah ini menyapa istri dan anak ketiga Budhi berumur 5 bulan yang ikut menyambutnya.

Setelah menyampaikan ucapan terima kasih untuk KOKAM Sampang, AKBP Dery menyerahkan bingkisan lebaran untuk Budhi.

Sebelum Kapolres Cilacap melanjutkan kunjungan ke Nusawungu, Arsyadani menyerahkan bantuan APD berupa 15 set baju hazmat dan faceshield dari MCCC Sampang untuk petugas medis di Klinik Polres Cilacap.
AKBP Dery sangat mengapresiasi bantuan tersebut dan meminta asistennya untuk mengambil foto penyerahan itu di depan mobil blazer MCCC Sampang yang terparkir di depan rumah Budhi.

Amin Ma'ruf salah satu anggota KOKAM Sampang yang didaulat untuk mewakili rekan-rekannya, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kedatangan Kapolres ke rumah Komandan KOKAM Sampang.
"Semoga dengan itu, menambah motivasi rekan-rekan KOKAM agar lebih bersemangat lagi membantu masyarakat dan kepolsian." ucap Amin. (amin01)
Copyright © 2013 Panti Asuhan Muhammadiyah Sampang